Wacana Warticket Haji: Ibadah Seakan Suatu Hiburan

gambar dibuat AI

Danil Anzar SImanjuntak selaku Wakil Menteri Haji dan Umrah melemparkan wacana skema Haji yang diistilahkan warticket sebagai salah satu alternatif berhaji. Berdasarkan sumber tempo, https://www.tempo.co/politik/wamenhaj-paparkan-mekanisme-war-ticket-haji-2128221, konsep ini dilandasi adanya potensi kenaikan kapasitas haji Arab Saudi hingga 2x lipat di tahun 2030 kelak. Landasan lainnya adalah masa tunggu di Indonesia yang saat ini rata-rata adalah 26 tahun, sehingga memunculkan inisiatif agar masyarakat yang mamou untuk berangkat segera dapat berangkat dengan segera. 

Berhaji adalah rukun Islam kelima sebagai kesempurnaan seorang muslim dan disyaratkan bagi yang mampu. Mampu secara keuangan dan mampu secara kekuatan fisik. Benar bahwa bila berhaji memiliki waktu tunggu  rata-rata 26 tahun, maka idealnya sebelum seseorang menginjak umur 30 tahun, dia haruslah sudah memiliki nomor porsi haji. Karena ketika dia mendaftar di umur 30 tahun, ia akan berangkat pada umur 56 tahun, umur yang cukup senja ketika kekuatan fisik sudah dalam fase penurunan. Fisik yang kurang berpotensi risiko kesehatan dan keselamatan ketika beribadah haji.

Istilah warticket sendiri di Indonesia seringkali dikaitkan pada kegiatan konser musik ataupun berebut tiket promosi layanan transportasi saat lebaran. Kesamaannya adalah sistem ini ada ketika permintaan yang tinggi menghadapi jumlah penawaran yang terbatas. Tiket konser musik pemusik papan atas seringkali habis sangat cepat ketika layanan tiket baru dibuka dan segera diserbu oleh penggemarnya, karena mereka tidak mau kehilangan kesempatan ikut melihat konser langsung. Tiket layanan transportasi lebaran cepat habis karena orang-orang bersegera membeli tiket tersebut, karena mereka tau terbatasnya tiket dan harga yang cenderung naik jika dibeli mendekati lebaran. Meskipun terdapat opsi transportasi lainnya, namun tiket lebaran yang dibeli lebih awal cenderung memiliki harga relatif dipersepsikan lebih murah dan pasti berangkat.

Niat yang mulia dan inisiatif untuk menyelesaikan masalah patutlah diberikan apresiasi. Namun ketika pola berpikir rumusan masalah dan cara metodologi pembahasannya tidak memiliki pengetahuan memadai, maka menghasilkan gagasan atau kesimpulan yang tidak menyelesaikan masalah itu sendiri. Lebih-lebih justru menciptakan masalah baru.

Konsep warticket haji yang diwacanakan Wamenhaj adalah konsep dimana jamaah yang sanggup secara keuangan dapat berangkat lebih dahulu dengan membayar biaya haji tanpa subsidi dari pemerintah. Artinya, ini adalah layanan berbiaya lebih dengan memotong lama antrean. Diibaratkan dengan warticket konser musik, tidaklah sama, karena di konser musik tidak ada antrean, harga yang berbeda pada tiket konser diberikan layanan lokasi yang lebih baik. Diibaratkan warticket tiket lebaran juga tidak sama, karena tiket lebaran mengejar harga murah sedang warticket haji adalah mengejar harga mahal dengan potong antrean.

Lantas, konsep warticket apa yang dimaksudkan kementerian haji disini? Tidak ada yang bisa menjawabnya karena pada prinsipnya ini adalah jalur ekspres yang dibuat resmi, seperti Anda mengirim suatu paket, ada paket regular dan paket ekspres. Paket ekspres ada dan lebih mahal harganya dari paket regular. Namun sebenarnya kita juga sudah mengenal ONH plus, masa tunggu yang lebih singkat dengan biaya lebih, jadi ibarat biaya kirim paket, ini adalah paket kirim instan yang lebih mahal. Namun berbeda dengan jasa kirim paket, tidak ada yang dikorbankan dari beragam jenis layanan kirim paket, namun jika ini diterapkan pada haji diberlakukannya paket instan haji tentu akan mengurangi jatah kuota haji regular.

Paket instan haji ini dibanderol dengan biaya estimasi biaya 200 juta per kepala. Layanan haji yang diterima? Sama saja dengan haji reguler, ini hanya lebih cepat ditambah bumbu warticket biar ada adrenalinnya. Siapa sih orang yang rela mengeluarkan 200 juta untuk langsung berangkat haji? Jika kita masyarakat biasa, mungkin kita harus menabung 10 tahunan, atau menjual harta waris atau bahkan tanah. Hanya orang bergelimang harta yang bisa mengambil paket instan haji ini. Ya, kementerian haji sibuk memikirkan melayani orang kaya berhaji. Layanan kepada jamaah haji lainnya yang lebih utama mungkin bukanlah prioritas. Nilai manfaat haji yang nilainya dibawah deposito bukanlah prioritas. Layanan prima perumahan dan transportasi selama di Arab Saudi bukanlah prioritas. Masalah korupsi haji yang terus terjadi, bukanlah prioritas. Masih lebih enak memikirkan warticket haji, karena ada adrenalinnya untuk para bos-bos yang punya duit.

Apabila shalat didirikan, maka janganlah berangkat dengan berlari-lari, tetapi berjalanlah dengan tenang dan bersikap sopan, apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang tertinggal sempurnakanlah, karena sesungguhnya seorang dari kalian apabila sudah berniat untuk pergi shalat maka ia berada di dalam shalat. (HR Muslim).

Hadits Sahih diatas adalah suatu panduan kepada setiap muslim untuk berjalan tenang ke Rumah Allah dan tidak dianjurkan untuk berlari-lari. Karena sebagaimana hadits sahih yang lain, suatu amal diawali dengan niatnya, niat itu sendiri sudah sebagian dari suatu ibadah. Sama hal nya dengan berhaji, berhaji ke Baitullah sebaiknya dilakukan dengan tenang dan sopan. Ketika kita sudah melakukan niat berhaji walau belum kesampaian semoga Tuhan menerima niat berhaji kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *